Sidomulyo Timur – Warga RT 02 Perumahan Sapta Graha bersama pengurus lingkungan menggelar kegiatan gotong royong pada akhir pekan ini (17/5/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bapak Beny Rolles selaku RT terpilih bersama Ketua RW 07 terpilih dan jajaran pengurus RW 07. Gotong royong ini melibatkan puluhan warga yang turun langsung membersihkan parit, mengangkat sampah, serta memperbaiki saluran air di sekitar kawasan perumahan Sapta Graha dan wilayah sekitarnya.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan yang belakangan kerap mengalami banjir saat hujan deras turun. Warga menilai, aliran air yang semakin sempit menjadi salah satu penyebab utama genangan air yang terjadi di beberapa titik perumahan.



Dalam kegiatan tersebut, warga juga menyoroti kondisi turap parit yang roboh akibat derasnya aliran air saat hujan. Kerusakan turap diduga berkaitan dengan aktivitas pembangunan perumahan baru oleh salah satu developer yang berada berdampingan langsung dengan parit atau kali di kawasan tersebut.
Menurut sejumlah warga, pembangunan yang dilakukan terlalu dekat dengan bibir parit menyebabkan ruang aliran air semakin mengecil. Bahkan terdapat beberapa bangunan rumah yang berdiri tepat di sisi parit sehingga mempersempit jalur air yang sebelumnya menjadi saluran utama pembuangan saat hujan turun.
“Ketika hujan deras, air cepat meluap karena saluran makin sempit. Ditambah lagi ada turap yang roboh sehingga kondisi semakin parah,” ujar salah seorang warga saat kegiatan gotong royong berlangsung.







Bapak Beny selaku RT terpilih menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong bukan hanya sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan warga dalam menghadapi persoalan banjir yang terus terjadi. Ia berharap seluruh pihak dapat duduk bersama mencari solusi terbaik demi kenyamanan masyarakat.
“Kami berharap developer dapat segera mengkaji ulang pembangunan yang berada dekat parit dan memberikan solusi nyata agar aliran air kembali normal. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban banjir setiap musim hujan,” ujarnya.
Ketua RW 07 Bapak Amprial, S.Sos, M. Si terpilih juga menambahkan bahwa persoalan drainase dan turap membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Menurutnya, pembangunan infrastruktur penahan tebing atau turap sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan parit sekaligus mencegah longsor dan luapan air di masa mendatang.


Warga berharap pemerintah dapat terus membantu masyarakat melalui pembangunan serta perbaikan turap di sepanjang aliran parit yang berada di kawasan Sapta Graha dan sekitarnya. Selain itu, normalisasi saluran air juga dianggap penting agar debit air saat hujan dapat mengalir dengan lancar tanpa menyebabkan genangan di lingkungan permukiman.
Meski menghadapi berbagai persoalan lingkungan, semangat kebersamaan warga RT 02 tetap terlihat kuat dalam kegiatan gotong royong tersebut. Dengan membawa peralatan seadanya, warga bahu-membahu membersihkan lingkungan demi menciptakan kawasan yang lebih aman, bersih, dan nyaman untuk ditempati.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan masih sangat tinggi. Warga berharap, melalui sinergi antara masyarakat, pengurus lingkungan, developer perumahan, dan pemerintah kota Pekanbaru, persoalan banjir di kawasan Perumahan Sapta Graha dan sekitarnya dapat segera mendapatkan solusi yang tepat dan berkelanjutan.
